Bermain kata
28th Apr 2010
Seorang teman, sebut saja Widi, senang menulis (baca: memencet2 keypad di hp), merangkai kata2 dan mengirimkannya lewat sms ke saya. Beberapa hari lalu, di dalam taksi perjalanan pulang dari kantor saya kembali menerima ‘hasil karyanya’ :
Akhirnya, tiba. Cepat cepat wagon berjubelan kata-kata bongkar muatan. Komandan meniup peluit, mengatur aksara berbaris dengan briefing. Lurus dan tegas.
“Setiap kata ambil posisi, grak!” Semua bergegas.
Semua, ya? Oh tidak. Seperti dunia lain, selalu ada yang ingin tampil. Sendiri dan berbeda. Bandel. Dia, kata bernama Asmara. Tak pernah mau sekedar jadi pelengkap. Dia di luar barisan, merenung perjalanan sepanjang tadi. Lagi, banyak korban karena ulahnya. Lagi, hanya sedikit yang berbahagia karenanya. Dan entah kenapa dia sulit sekali tertib dan patuh perintah komandan (barisan tanpa asmara, pasir dua 26 apri 2010)
Iseng memandang kemacetan Jakarta dari jendela taksi, saya pun mulai memencet2 keypad saya, membalas smsnya
Ah, asmara memang tak pernah patuh. melompat-lompat dengan pinggulnya yang genit. Menggoda kamu, dia, saya, mereka. Wajah-wajah bersemu dadu, senyum-senyum merekah bak kue bolu baru matang.
“Pergi, kini giliranku!” sebuah kata datang mengganggu. Asmara melihat dari balik kacamatanya
“Siapa kamu?.” “B.O.S.A.N” jawabnya. Dan Asmara pun melangkah pergi (transcab, 26 April 2010)
3 Comments to “Bermain kata”
cahkampoeng
Sekali baca…sama sekali gak mudeng
dua kali baca…msih belum mudeng
tiga kali baca..malah bingung
akhirnya minta tenaga ahli untuk membacakan dan mengartikan maksud dari cerita pendek tersebut…
Asmara diganti oleh BOSAN…kl sdh BOSAN pergi diganti apalagi ya???
erikahahaha: ah kamyu, masa gitu aja ndak ngerti sih :p
Sitta
hehehe…LIKES this!!
Abis bosan, muak, trus autis deh..
erikahahaha: hush! ndak boleh asal ngomong autis, empati dong jeung, empati sama orang2 yang punya anggota keluarga autis
Isaac黃光
Asmara?..Asrama?..Samara?,..Marasa?,.’ah enakan arem arem ajeh,..
erikahahaha: hahaha, arem2 pagi2 enak juga ..slrrpp