Rumah-rumah

1st Apr 2010



Jumat, 26 Maret lalu saya datang ke Salihara, acara tujuh dasawarsa sastrawan Sapardi Djoko Darmono. Di antara beberapa puisi dan cerita pendek yang dibacakan oleh Niniek L Kariem, Happy Salma dan Sitok Srengenge secara bergantian, pembacaan cerpen Rumah - Rumah (yang pernah dimuat di Koran Tempo, 2003) yang paling saya nikmati. So witty!

Ada beberapa bagian dari cerpennya yang sukses membuat saya tergelak. Ini dia potongannya :

Saudara tinggal di dalam rumah juga, bukan? Saudara pasti pernah merindukan rumah, tetapi pernahkah Saudara merasa dirindukan rumah?

kemudian yang bagian ini :

Jadi, bagaimana? Percayakah Saudara bahwa hantu itu ada? Jengkol itu ciptaan-Nya, demikian juga Saudara. Sedangkan rumah adalah ciptaan manusia. Hantu ciptaan siapa, coba? Siapa pula yang mau susah-susah–maaf–menciptakan hantu kalau manfaatnya hanya untuk menakut-nakuti manusia?

Malam itu, sang sastrawan gaek tampil dengan topi baret kotak2nya, berbaur duduk dengan penonton di baris kedua dari depan, menyaksikan puisi dan cerpen2nya dibacakan, dijiwai dan dinikmati oleh para pecinta karyanya.

Selamat ulang tahun pak Sapardi!


 



2 Comments to “Rumah-rumah”


Sitta

hihii…. Eyang Ninik kereeen, dengan sepatu kedsnya itu..uhuyyy..malem ini ketemu dia lagii ;)

erikahahaha: iya, lucu banget ya eyang Ninik itu


Isaac 黃光

Home Sweet Home,.yang ‘bikin’ aku rela bolak balik Jkt-Bdg,…;-)


Leave a Comment


(will not be published)