Dari sebuah acara hajatan khitanan
29th Dec 2009
Salah satu alasan gue pergi ke Trenggalek, sebuah kota kecil di Jawa Timur belum lama ini sebenarnya karena mau menghadiri khitanan keponakan.
Ternyata acara sunatan di daerah cukup “meriah” dan “unik”, paling tidak menurut gue yang besar di ibu kota.
Ketika semua undangan sudah hadir, sambil duduk lesehan doa2 pun mulai dipanjatkan, mendoakan kesehatan dan segala hal yang baik untuk yang dikhitan. Seselesainya, pemimpin acara meminta yang dikhitan untuk meminum air kembang beberapa teguk (gambar: mangkok warna pink yang berisi daun, kembang dan tebu). Setelah itu, ibunda dari yang dikhitan juga diminta untuk meminum air tersebut sebelum akhirnya daun2 dan bunga2 tersebut dibuang di jalan depan rumah.

Kemudian, tampah dan wadah berisi beragam makanan dikeluarkan. Beberapa undangan yang mendapat ‘tugas’ membagi isi tampah itu pun mulai melakukan kerjanya.
Tampah pertama berisi beberapa ekor ayam panggang, yang kemudian dipotong-potong menggunakan tangan (menurut aturannya tidak diperkenankan menggunakan pisau). Wadah berikutnya berisi campuran nasi kuning dan nasi gurih (nasi uduk). Tampah2 lain isinya lauk2 nasi tersebut, kue2 dan cemilan. Dengan menggunakan kombinasi isi tampah dan wadah2 ini, dibuatlah nasi bungkus lengkap dengan cemilannya dan diberikan kepada setiap orang yang hadir untuk dibawa pulang. Dulu sih untuk membuat nasi bungkus ini pake daun pisang, sekarang sudah diganti dengan kertas.


Selain nasi bungkus, setiap undangan juga mendapat bingkisan berupa rantangan yang isinya juga makanan dan kue2.

Hal lain yang lucu (? hehe) menurut gue adalah bentuk kue apemnya, kenapa dibentuk seperti itu ya? hihihi
2 Comments to “Dari sebuah acara hajatan khitanan”
cahkampoeng
Orang lain boleh minum air yang didoa2in gak? hehehe…
Jajanan modern ma jajanan tradisional kok yang laris yang modern ya, padahal jajanan tradisional kan ueank2 juga.
erikahahaha: kalo pengen disunat lagi sih boleh aja kali ya hihihi
fidaatje
Bentuk apemnya gak ada yang aneh aneh aaah biasa aja. situ aja yang punya otak, ide dan komen yang merusak akhlak umat manusia.
erikahahaha: semprul! bawa2 akhlak segala :p