Pelesiran di Saigon

3rd Nov 2009



Gue “berhutang” sama para blogger yang suka menuliskan informasi mengenai tempat liburan yang mereka tulis di blognya, karena gue ngerasa tulisan2 tersebut sangat ngebantu gue saat gue merencanakan perjalanan ke suatu tempat yang belum pernah gue datangi, dalam ataupun luar negeri.

Karena itulah, gue merasa juga punya ‘kewajiban’ membagi info mengenai tempat yang gue datangi, karena siapa tau orang yang mencari info liburan ke tempat tertentu ‘nyasar’ ke blog gue dan bisa dapetin info yang dicari.

Kewajiban menulis laporan perjalanan ini semakin kuat karena di pesawat gue liat ada dua kelompok yang bergiliran membaca print2an dari sebuah blog, yg isinya informasi tempat2 apa yang kudu didatangi di saigon aka ho chi minh dan beberapa tips mengenai perjalanan ke sini.

Ok sekarang gue mau berbagi cerita gue di sana.

  • Kalo mau naik taksi dari airport, begitu sampe di airport Saigon jalan ke luar terus ke arah kiri. Di sana ada plang gede banget dengan tulisan “tempat antri taksi”. Biasanya ada perempuan dengan baju seragam di bawah plang itu, bilang aja lu perlu taksi. Dia akan tunjuk/atur taksinya. Taksi2 ini taksi meter (argo). Buat bayangan dari airport ke daerah district 1 kurang lebih 100.000 vietnam Dong.

BEN THANH MARKET

  • Berlokasi di district 1. Buat yang doyan belanja nih tempat kudu didatangi. Pada dasarnya sih ini kaya mangga dua. Tapi berhubung Vietnam sendiri dikenal sebagai penghasil handycraft dan pengekspor garment, maka tidak seperti negara2 lain yang dibanjiri produk2 cina, di pasar ini kebanyakan adalah produk buatan dalam negri. Modelnya beda.
  • Seperti juga yang gue baca di blog2 orang lain, loe harus nawar gila2an di sini, 60-70% lebih rendah dari harga yang pertama kali ditawarkan sama penjualnya. Berhubung gue koleksi scarf/syal, yg ada gue kalap begitu liat scarf/syalnya. Kemarin pas ke Penang gue juga kalap pas belanja syal/scarf di daerah little India yang murah2 pisan, tapi motif2 scarf/syal di sini lain. Alhasil gue mati2an berusaha nahan diri gue untuk ga ngeborong hihihi. Tasnya juga lucu2. Eh kaos2 sulamnya juga. Eh aksesorisnya2 juga he3

MUTER2 DAERAH SEKITARAN KOTA TUA

  • Masih berada di district 1. Kalo hotelnya agak jauh, naik taksi aja ke Post Office (di sini loe bisa ambil peta kota, booking tur, termasuk beli tiket water puppetry ).  Di depan kantor pos, ada gereja Notredame. Dari situ loe bisa jalan santai  menelusuri tempat2 seperti War Museum, Reunification Place, City Hall dan lain lain

  • Kantor pos pusat ini udah tua banget, masih dipake dan dipertahankan desain aslinya. Keren. Bagus buat foto2.
  • Seperti daerah Kota Tua di Jakarta, daerah ini banyak dipake buat foto2 pre-wedding

MEKONG RIVER/DELTA

  • Banyak travel agent yang menawarkan beragam tur. Pilih aja yang paling sreg. Harga beda2 tipis satu dengan yang lain. Untuk tur ke Mekong, karena kebetulan gue berempat, akhirnya kita ambil private tour. Naik private mini bus yang sebenernya bisa diisi oleh 8 orang. Waktu itu kita bayar sekitar 47US$/orang. Tapi pas gue pikir2, pantes kok harga segitu. Karena perjalanan dari Saigon ke Vinh Long (tempat kita akan naik boatnya) aja memakan waktu 2,5 - 3 jam. Menyusuri Sungai Mekong (termasuk lunch, nonton traditional music performance, melihat pembuatan coconut candy dll memakan waktu +/- 4 jam). Yang jelas kita berangkat jam 6 pagi dari Saigon, pas masuk ke Saigon lagi udah jam 18.00 sore.
  • Begitu sampai di Vinh Long, kita mulai menyusuri floating market (sayang karena ada masalah dengan mobil, pas kita sampe pasarnya udah bubaran). Saran gue berangkat enakan pagi, jam 6 misalnya.
  • Gue yakin banget, pemandangan menyusuri sungai di pedalaman Kalimantan pasti lebih indah dari ini. Tapi sayangnya memang kita belum punya paket2 yang seperti dilakukan oleh travel2 agent di vietnam ini. Saat menyusuri Mekong kita sempat mampir (udah termasuk dalam paket tur) di salah satu daratan dan masuk ke satu bangunan tua lalu menyaksikan penampilan lagu2 daerah dengan musik tradisional. Sempat juga mampir ke satu tempat melihat pembuatan coconut candy dan rice cake (di Jawa namanya Jipang)
  • Di tengah perjalanan menuju tempat makan siang, kita berpindah dari perahu boat ke perahu biasa buat merasakan sensasi yang beda. (ini juga udah termasuk rangkain paketnya). Kalau mau ikutan ngedayung juga boleh. He3. Lumayan sekitar 30 menit di perahu tradisional tersebut, sambil merasakan lingkungan sekitar, hembusan angin sepoi2, jauh dari keramaian kota, pohon klengkeng yang berbuah rimbun di pinggir sungai, suasana tenang…..

CU CHI TUNNEL

  • Lokasinya juga sekitar 2 jam dari Saigon. Kali ini gue dan teman2 ambil tur biasa. Bukan private. Bayarnya 4,5$/orang. Kita gabung dengan orang2 lain naik bis besar.
  • Cu chi tunnel adalah lorong2 yang dibangun oleh orang vietnam untuk sembunyi dari tentara Amerika pada jaman perang dulu. Bertahun2 mereka hidup di dalam lorong2 ini. Bahkan di lorong2 ini dibangun rumah sakit dan sekolah.
  • Titik pertama, kita ditunjukkan lobang masuk ke dalam lorong yang dulu digunakan oleh para pejuang vietnam. Turis2 yang barengan sama kita ngantri nyoba masuk lobang itu buat difoto. Gue ma temen2 gue ga ada yg mau nyoba. Bukannya apa2, tuh lobang kecil banget buat ukuran kita se gerombolan berat ini. Bisa2 nyangkut ga bisa keluar kan gawat.

  • Tur di Cu Chi ini kira2 makan waktu satu setengah jam, termasuk nonton film dokumenter, makan singkong rebus dan teh panas (termasuk paket) dan “main” tembak2an dengan AK47 (dengan biaya ekstra)
  • Kalo lu emang pas ke Saigon sempetin deh ke sini. Dan loe akan mengerti kenapa mereka bisa menang dari Amrik hehehe.

WATER PUPPETRY

  • Nah ini unik banget. Kalo suka hal2 yang berbau seni, pertunjukan ini ga boleh dilewatkan. Kalo gue ga salah, satu2nya wayang yang dimainkan dalam air ya cuma wayangannya vietnam ini. Jadi para dalang yang ada di belakang layar (yang terbuat dari tirai bambu) memainkan wayang berbasah2an selama satu jam pertunjukan tersebut.
  • Di bagian kanan dan kiri panggung terdapat beberapa orang yang menjadi pengisi suara wayang tersebut sekaligus memainkan musik2 tradisional sebagai pendukung cerita wayangan itu
  • Meskipun gue ga ngerti satu pun bahasanya, pertunjukan ini sangat menarik buat diliat. Biasanya tiket terjual habis. Satu malam ada dua pertunjukan jam 18.30 dan 20.00. Tiket bisa dibeli di post office besar.

3 malam 4 hari gue di Saigon, rasanya masih pengen extend euy ;)


 



One Comment to “Pelesiran di Saigon”


nia

wah bolwh dung liatin koleksi syalnya. pengen dijual ga? he..he tx

erikahahaha: hihihi, dijual? wah sayang ah :p


Leave a Comment


(will not be published)