19th Nov 2009
Sebenernya udah beberapa kali gue mampir ke Makassar, tapi tidak pernah menjadwalkan untuk jalan2 berwisata ke daerah/pantai sekitarnya.
Kali ini ada kesempatan berkunjung ke Pantai Tanjung Bira yang berlokasi 5 jam dari Makassar, dengan mengendarai mobil sewaan. Kita tiba pas sebelum matahari terbenam. Kelelahan langsung sirna begitu melihat pemandangan seperti ini di depan mata.

2 Comments
17th Nov 2009
Seafood adalah salah satu kuliner andalan Makassar. Ikannya segar2 dan pilihannya pun beragam. Gue suka menyarankan teman-teman yang baru pertama ke Makassar untuk mesan ikan kudu-kudu. Namanya lucu ya. Begitu juga bentuknya. Bentuk ikan kudu2 ini ga pipih seperti layaknya ikan, tapi kotak. Seluruh permukaan kulitnya keras seperti tulang. Sayang gue kelupaan mengabadikan kudu2 ini sebelum dimasak. Sajian yang disarankan untuk kudu2 ini biasanya digoreng garing tanpa tulang. Tekstur daging ikannya pun khas, tidak seperti ikan, malah seperti ayam. Enak lah pokoknya.
Untuk sarapan, salah satu panganan khas pagi hari buat orang Makassar adalah nasi kuning dengan lauk2nya.

Biasanya nasi kuning ini disajikan dengan abon sapi, irisan ubi manis diiris seperti batang korek (digoreng dengan gula merah, rasanya seperti keremes - cemilan di jawa), tumisan sayur buncis, perkedel jagung dan sambal. Pilihan lauk lainnya adalah telor balado, daging atau ayam.

Yang unik cara menata lauk2 itu di rak “display” nya, disusun bertempuk membentuk gunungan.
Di pelataran jalan, gue sempet ketemu orang jual kue baroncong, mirip kue pancong kalo di jakarta, tapi kalo baroncong ini lebih cepat keras kalau sudah dingin. Jadi sebaiknya langsung dimakan selagi hangat.
Kalo udah bosan makan ikan (orang makassar menyebutnya ikang), silakan menikmati konro. Gue suka yang bakar, iga besar2 dilumuri dengan bumbu kacang. Mantaabbb.
No Comments
10th Nov 2009
Pernahkah kamu sengaja mengunjungi candi Borobudur pada dini hari dan menunggu sang surya menampakkan dirinya di sudut timur ?
Indah, menenangkan sekaligus magis. Itu yg saya rasakan waktu menanti matahari menampakkan wujudnya, memandang dari puncak candi borobudur.
Mata yang masih berat karena cuma tidur beberapa jam pun langsung terjaga, tidak rela melewatkan pemandangan indah di depan mata. Diiringi suara-suara binatang yang menyambut pagi, suara lamat-lamat kesibukan manusia nun jauh di bawah sana, matahari yang perlahan-lahan ke luar dari tempat persembunyiannya.
Ah, banyak sekali keindahan yang ditawarkan negeri ini sebenarnya.

PS : sebagai informasi, kalau mau menyaksikan matahari terbit dari puncak borobudur, maka harus masuk melalui lobi hotel Manohara yang terletak di dalam komplek candi. Pukul 4.30 pagi, staf hotel akan mengantar ke pintu gerbang candi.
Harga tiket masuknya cukup mahal, Rp. 200.000 untuk orang Indonesia dan Rp. 300.000 untuk orang asing. Beda jauh dengan harga tiket masuk di jam operasional biasa. Tapi sumpah, pemandangan dan suasana yang didapat sebanding bahkan melebihi harga yang dibayar, apalagi kalau punya hobi mengabadikan momen2 cantik dengan kamera.
O iya, harga ini sudah termasuk satu buah senter kecil (karena pada jam tersebut relatif masih gelap di sekitaran candi) dan cemilan berupa pisang goreng keju serta pilihan teh atau kopi yang bisa dinikmati di kafe hotel selepas mengecap suasana pagi dari atas candi.
Kalau menginap di Yogya, disarankan untuk memulai perjalanan jam 3.30 pagi, karena jarak yang cukup jauh dari kota Yogya ke candi Borobudur.
Selamat menikmati pemandangan magis seperti yang saya lakukan di suatu dini hari di puncak candi.
2 Comments
5th Nov 2009
Satu hal yang unik untuk ukuran negara di Asia, di Saigon orang2 terbiasa makan baguette (karena pengaruh sebagai bekas jajahan perancis).
Banyak sekali kios2 yang menjual baguette. Jadi kalo di Jakarta di daerah pecinan biasanya ada kios dengan bebek dan babi panggang disajikannya dengan nasi hainan, di Saigon juga banyak kios serupa tapi pasangannya baguette.

Buat yang muslim, sebaiknya kalau memesan makanan di restoran atau beli jajanan di jalan pastikan dulu isinya apa. Soalnya biasanya rata2 makanannya pake B2 alias sapi ceper. Misalnya menu sarapan di hotel, kalau mesen omelette otomastis udah dipakein potongan ham, atau kalo mesen sup biasanya ada potongan kecil2 daging B2.
Pilihan makanan cukup beragam kok. Seafoodnya seger2. Gue beberapa kali mesen makanan yg ada udangnya. Hmmm manisss, enak banget.
Jajanan makanan kecil di kaki lima banyak yg sama dengan makanan indonesia. Misalnya beragam ketan, singkong bakar (tapi udah dihalusin terus dibentuk bunder pipih) dll. Kalo sorean ada kolak pisang dan singkong juga dan beragam bubur, model2 bubur candil gitu.
Yang ngetop dari vietnam apalagi kalo bukan vietnamese spring roll dan pho (noodle beef soup). Di Jakarta ada franchise yg namanya Pho24. Gue sengaja ga nyari yg franchise, justru di resto lokal yg rame dan kebetulan berlokasi deket hotel gue tinggal di daerah district 1, gilaaa enak bangetttt. Lagi2 pho di sini bisa milih, makan pake baguette atau vermicilli. Gue nyoba pake baguette.

Budaya ngopi di vietnam kuat sekali. Banyak sekali warung2 kopi dengan kursi2 yang menghadap ke jalan (seperti di paris kan?). Jangan bingung kalo mesen teh dan mereka ga punya, banyak warung2 kopi yang ga nyedian teh, cuma kopi dan minuman2 lainnya.
Kopi vietnam salah satu kopi yang terkenal di dunia. Rasanya rich banget. Dan biasanya disajikannya sudah dengan susu kental manis. Panas atau dingin sama enaknya.
O ya ada satu jajanan yg gue temuin beberapa kali di sana. Caramel flan alias puding karamel. Tapi makannya pake remukan es batu, terus dikasi saus karamel dan sedikit kopi. Nyemil ini siang2 pas cape jalan2 enak banget deh. Beneran

3 Comments
4th Nov 2009
Saigon = Ho chi Minh. Tapi gue lebih seneng nyebutnya saigon, kedengerannya lebih eksotis aja. Hehehe.
Beberapa hal yang bisa gue ceritain soal Saigon :
- Di sana bagian setir mobil adanya di sebelah kiri. Jadi jangan salah buka pintu ya (nanti disangkain mau gantiin supir he3)
- Taxi di sana relatif murah (meskipun kita sempet sekali salah naik taksi dan kena argo kuda. Bete!). Buat aman, cari taksi yang pake mobil inova apa kijang. Selain lebih besar dibanding sedan, argo awalnya juga lebih murah (kalo di sini mobil besar gitu sih lebih mahal argonya ya). Kalo taxi sedan awalnya 12.000, kalo yang kijang/inova ini ada yg 10 ada yg 9.5.
- Kalo loe nyangkain motor2 di Jakarta udah bikin semrawut jalan dan suka semaunya sendiri. Loe salah. Di Saigon, motor banyaakkkk banget. Kalo mau nyebrang jalan kudu rada nekat, kalo ga nekat, bisa2 ga nyebrang2.
- Para pengendara motor ini gaya2 euy. Mungkin karena ga sepanas dan sepeliket Jakarta. Mungkin juga karena jarak yang ditempuh relatif dekat, para pengemudi motor di sana pake bajunya gaya2 tanpa ditutupi jaket lagi. Jadi yg perempuan ada yg pake backless, ada yg pake baju terusan mini, pake high heel pula!
- Hotel relatif murah. Hotel gue US$28, kamar besar, shower hot cold, TV cable, internet wifi n ASDL, tea n coffee facilities, n breakfast. Temen gue malah dapet 17$, katanya sih bagus juga.
- Di kafe2 yg berderet di daerah turis itu, rata2 nyedian free wifi. Yang ada lu jalan kaki di sepanjang daerah kafe2 itu, pasti dapet koneksi internet terus. Cukup banyak banget free wifi berkeliaran.
5 Comments