24th Aug 2009
Dodol, gue baru nyadar kalo ternyata gue udah commited untuk ngambil satu kerjaan pas hari pertama puasa. Siang2, di lapangan terbuka, ngemsi kids birthday party. Mudah2an kuat… Harus kuat.
Seselesai acara, gue juga udah janji untuk ke Lembang. Tiga teman udah duluan ke sana. Pagi2, tiba2 gue ngerasa males untuk nyusul mereka. Tapi gue udah janji, dan gue ga biasa ngebatalin last minute gini.
Ragu2, pergi-ga-pergi-ga-pergi-ga, akhirnya gue mutusin buat sms temen gue,”sorry girls, I can’t join you this time”.
Thank God. The party went well. The parents were happy. The organizer was happy. Gue siap2 pulang.
Otw home, gue baru ngeh ada missed call dari salah satu sobat gue, 5 x. Tumben. Sepenting itu kah? Gue telpon balik, dan gue kaget banget waktu dia bilang,” gue jatuh di kamar, ga bisa bangun. Bisa tolong anterin gue ke RS?”
Gue bingung, ga bisa bangun? maksudnya? Akhirnya gue bergegas ke kos2an-nya dengan adek gue. Gue buka pintu kamarnya. Temen gue tergeletak dengan posisi setengah duduk. Punggungnya tertahan oleh pinggiran tempat tidur. Hidung dan bibirnya bengkak karena terantuk. Ada darah kering di sana.
Ya ampun. Dia kena serangan stroke! Separuh tubuhnya ndak berfungsi. Pantesan dia bilang ga bisa bangun. Kita segera bawa dia ke RS terdekat. Berusaha nelpon2in keluarganya. (Teman gue ini hidup sendirian di Jakarta). Urus2 administrasi, ngedaftarin opname.
Cape, panik, penat jadi satu di hari pertama puasa itu.
Selesai urus ini itu, jam 7an gue pun berbuka puasa bareng adik gue di sebuah resto di sudirman. Sambil menyeruput teh panas, terlintas di pikiran gue, pantesan gue tadi ga kepengen pergi ke Lembang.
Loe pasti pernah ngalamin itu juga kan? Memutuskan untuk ga melakukan sesuatu tanpa tahu sebabnya. Belakangan, ternyata ada satu kejadian yang memerlukan kehadiran loe di situ.
Puasa hari pertama. Gue n adek gue bersyukur dikasi kesempatan untuk berbuat kebaikan 
7 Comments
20th Aug 2009
Hmmm…. Loe2 pasti ga asing dengan cerita cinta di dunia maya. Apalagi sekarang ini, dengan banyaknya situs2 jaringan2 sosial di dunia maya. Meskipun mesti diakui tidak jarang juga orang2 yang berniat mencari pasangan, sengaja berselancar di dunia virtual ini.
Well, gue sih ga against sama sekali dengan orang2 yang emang berniat mencari belahan hatinya di dunia maya, karena kenyataannya banyak juga kok cerita2 cinta yang benar-benar berakhir di pelaminan, awet pula.
Tapi kalo loe tanya pendapat pribadi gue, hubungan seperti itu terlalu absurd buat gue. Maksud gue, orang kan bisa aja jadi siapa aja di dunia maya, bisa pake foto siapa aja, bisa punya profesi apa aja. Intinya orang bisa dengan sangat mudah berbohong menjadi sosok seseorang yg ideal buat calon “mangsa”nya.
Belum lama ini teman gue, “sang dewi” berkenalan dengan “sang arjuna” yang ternyata berdomisili di benua Eropa sana, di UK tepatnya. Perkenalan pun berlanjut menjadi “ritual” chatting tiap hari selama 3-4 jam. Sebutan babe, darling, honey pun terbang melintas bertebaran di jagad maya. Intense. Setiap hari tidak ada satu haripun terlewat. Seminggu, dua minggu, 3 minggu, sebulan. Perbincangan tiap hari semakin mengarah ke percakapan serius.
Sang arjuna menceritakan dirinya sebagai seorang lajang dengan usia di akhir 30, engineer, pebisnis dengan lingkup usaha di beberapa negara di eropa dan hendak mulai menjajaki negara-negara Asia sebagai pemasok bahan baku untuk perusahaannya. Cerita terus berlanjut, “kisah cinta” terus dirajut.
Sampai akhirnya, arjuna pun mencetuskan ide untuk menikah, rencana menyambangi sang dewi yg berada puluhan ribu kilometer jauhnya. Hati sang dewi berbunga-bunga. Tiap- tiap hari hundres of flowery words kembali menyebrangi samudra, melintas di jagad maya.
Setiap hari, arjuna berusaha meyakinkan keseriusannya kepada sang dewi, salah satunya adalah dengan mengirimkan satu paket yang berisi hadiah untuk sang dewi tercinta. Satu minggu sebelum jadwal kedatangan paket tersebut, email mengenai detail paket dikirimkan oleh sang arjuna. Dijelaskan tanggal kedatangan paket, isi paket dengan rincian uang 5000 euro (yg diselipkan di dalam box jam), kalung, jam emas, perhiasan dari perancang internasional ternama dan beberapa barang lainnya. Arjuna bahkan memberikan website dan tracking number dari paket tersebut.
Sang dewi pun semakin merona berbunga2, segar tersiram oleh cinta. Dia mengecek paketnya melalui website yang diberikan arjuna, memasukkan tracking number yang diberikan oleh arjuna dan voila! Tampak di website tersebut penjelasan satu paket telah meninggalkan UK (dengan identitas pengirim sang arjuna) menuju kediaman sang dewi.
Pada hari jadwal kedatangan paket, sang dewi pun dihubungi oleh seseorang dari perusahaan cargo sesuai dengan info yang didapatnya melalui arjuna. Penelepon menjelaskan bahwa ada sedikit masalah, paket tertahan di negeri jiran dan bisa dikeluarkan dengan membayar biaya sekitar 2000 dolar. Sang dewi pun bimbang. Penelepon kembali menjelaskan karena isi paketnya adalah barang2 dengan nilai nominal yang tinggi, maka pabean menerapkan bea masuk yang harus dibayar segera. Atau kemungkinan paket tersebut akan dikembalikan lagi ke negara asalnya.
Sang dewi kembali bimbang. Dia pun menghubungi arjuna. Arjuna mengatakan betapa kuatnya keinginannya agar sang dewi bisa menikmati hadiah2 yang telah dikirimkannya dengan sepenuh cinta. Dan arjuna pun berkata,” why don’t you just pay the fee as requested by the shipment company, just transfer the money, my dear. You will find 5000 euro in the package anyway. You can use that “.
Sang dewi pun terbius dengan kata-kata manis sang arjuna, segera menstransfer biaya yang diminta dengan harapan menerima paket penuh cinta dari sang arjuna. Dan toh, uangnya akan terganti juga pikirnya.
Sang dewi bergegas ke bank, mentransfer angka yang diminta. Mengkonfirmasi kembali dengan sang penelepon dan kemudian menunggu, menunggu, dan menunggu.
Paket cinta tak kunjung datang, sang arjuna pun menghilang di antara samudera, di antara dunia maya dan nyata.
Dan sang dewi pun tergugu sendiri, tiap-tiap dini hari, merenung di depan laptop kesayangannya, mencari sang arjuna di jagad maya. Bukan hanya uang melayang yang ia sesalkan, tapi juga hatinya yang sudah terenggut ke dunia maya, terbawa oleh laki-laki yang tidak pernah nyata …
Sang dewi merana, kembali tergugu di depan laptopnya.
Cerita di atas adalah cerita nyata, yang dialami teman gue (dengan sedikit modifikasi tanpa menghilangkan esensinya). Mungkin loe yg baca cuma bisa mengutuki kebodohan sang dewi. Tapi itulah kekuatan cinta, yang telah membutakan mata sang dewi dan meninggalkan hati yang tertoreh luka.
Sehabis mendengar cerita teman gue ini, gue pun googling dan menemukan cerita2 senada, ternyata sebuah “sindikat” dengan modus operandi yang sama mencari korban di seluruh pelosok dunia. Korbannya adalah orang-orang yang mengharapkan cinta di dunia maya.
Sekali lagi, gue ga menentang mereka yang mencari belahan jiwanya di dunia maya selama tetap bisa berpikir di dunia nyata.
Silakan bagi cerita ini ke teman yang lain, supaya ga ada korban berikutnya. Will you do that for me? 
4 Comments
12th Aug 2009
Hohoho. USD is really addictive, you know?
Minggu lalu, untuk ketiga kalinya gue ikutan acara ini.
Tebakan gue nyariiiis bener semua. Dari petunjuk yang dikirim ke imel para peserta sehari sebelum acara, gue udah nebak pasti lokasinya Grand Hyatt hotel. Gue juga nebak 4 cowo-cowo yg gue pernah ketemu di USD pertama yang akan menyiapkan hidangan acara USD kali ini (gue sempet nguping waktu mereka asik cerita seru soal masak-memasak, jadi gue tau kalo mereka tuh anak2 kitchen).
Tapi gue nebaknya acara ini bakal diadain di salah satu resto di grand hyatt. Meskipun gue jadi berpikir2 ….ya ga seru dong ya kalo gitu. Apa spesialnya makan di salah satu resto di situ? Gue asik sibuk tebakan2 sama sobat gue yang juga ikutan acara ini.
Well..akhirnya gue pun tersenyum senang waktu the organizer of the programme membawa kita ke ….lift di grand hyatt…..menuju ke …….. grand executive suite!
Begitu masuk, alunan musik jazz lembut ditambah lampu yang sedikit temaram menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Gue dan peserta yang lain disambut dengan welcome drink berupa minuman dingin yang dinamakan batavian soda. Rasanya suegerrr, tapi sesudahnya terasa hangat. Kok bisa? Iya, soalnya batavian soda ini menggunakan resep bir pletok (yg mengandung jahe) tapi kemudian dicampur dengan soda dan es batu.
Setelah itu kita diajak menikmati canape yang sudah tersedia di meja. Dan mulailah Lisa, salah satu penggagas ide USD di Indonesia ini menjelaskan tema USD malam itu yaitu Indonesian contemporary cuisine.
Canape yang pertama gue coba diberi nama ballad of aubergine. Ini adalah potongan roti baguette yg di atasnya dikasi potongan terong cabe hijau. Paduan yang ciamik antara roti perancis yang renyah dan kelembutan terong. Just like bruschetta, but instead of using tomato, they use eggplant. Like it. Like it.
Yang kedua gue coba adalah summer sprout. Ini adalah tahu goreng yang disajikan dengan sambel petis. Tapi kali ini yang digunakan adalah tahu sutra untuk menghadirkan tekstur yang beda. Meskipun bukan rasa yang istimewa, tetap gue merasa ini ide yg asik buat canape.
Canape ketiga dinamakan chicken leak, yang sebenarnya adalah potongan dada ayam yg disajikan dengan sambal matah khas bali. Naahh, ini juara! Meskipun gue harus menyingkirkan bawang merah mentah (gue musuhan sama bawang merah mentah he3) yang ada di atasnya, gue menikmati betul rasanya. Bauran beragam bumbu berpadu menghasilkan rasa yang pas.

Setelah semua peserta datang (kali ini cuma 8 peserta dalam 1 shift), kita pun diajak duduk di meja makan yang sudah disediakan. Hmm.. this time is really a formal dining. A full table setting - cutlery sets, black folded napkin and water goblet! Sayang ga ada wine hahaha.
Yang pertama disuguhkan adalah sup consomme oxtail, dengan potongan kecil-kecil daging buntut panggang yang empuuukk disajikan di side plate.
Makanan utamanya dinamakan Spicy Pink from Kabau Sirah. Yang bikin gue takjub adalah ide untuk memadukan norwegian salmon dengan nasi jaha (nasi khas manado yang terbuat dari beras ketan dan diberi bumbu, digulung dalam daun pisang muda, dimasukkan ke dalam bambu dan dipanggang. Di Sumatera Barat atau Utara dikenal dengan nama lemang). Belum lagi ternyata saus yang digunakan adalah saus asam padeh - saus khas dari Sumatera Barat. Edan kan? Gue langsung anti sosial, ga ikutan ngobrol dengan para peserta lain. Menikmati persinggungan western and indonesian flavour dalam satu hidangan.
Hidangan penutup? Ini dia yang gue tunggu2. Pie dengan isi bubur ketan putih dan hitam yang dicampur jadi satu. Pie crustnya sendiri juga terbuat dari ketan hitam. Disajikan dengan ice cream vanilla. Rasanya? Jangan tanya. Sobat gue sampai mau nambah (sayang ga ada lagi). Teman lain yang ikut dan duduk di sebelah gue sampai speechless, terlena dengan nikmatnya pie satu ini.

Kalau bicara soal Indonesian contemporary cuisine, gue selalu ingat komentar salah satu murid gue di kelas yang bilang begini ,” makanan Indonesia ga asik bu, ga bisa diapa2in, tampilannya jelek, ga kaya makanan eropa yang tampilannya bisa dibikin cantik”. Gue inget waktu itu gue langsung “meradang” dan memberi penjelasan panjang.
Di acara USD yang ke 3 ini empat anak muda yang punya kecintaan luar biasa terhadap makanan (tak terkecuali makanan Indonesia) sudah membuktikannya! Siapa bilang makanan Indonesia ga bisa tampil cantik dan modern?
PS : I salute you guys. 
9 Comments
11th Aug 2009
Apa yang loe kerjain saat mati gaya, terjebak di dalam mobil selama beberapa jam karena macet atau karena perjalanan jauh yang melelahkan?
Kalo gue yang jelas gue kerjakan salah satunya adalah baca-bacain plang dan tulisan-tulisan yang ada di sepanjang jalan. Apa aja. Dari spanduk, iklan, nama restoran, arah jalan dan lain-lain.
Seperti sore itu, menempuh perjalanan lebih dari dua jam dari Tangerang menuju Jakarta, gue pun mulai mati gaya. Duduk di kursi belakang sama sobat gue, gue pun mulai baca segala tulisan di kanan kiri gue dengan suara lantang.
Soto ayam, rumah makan sederhana, ayam kremes, jual onderdil, bengkel las ….dan gue terus ngoceh *sobat gue udah biasa dengan kelakukan gue ini*
Gue pun lanjut ngoceh lagi …baca-baca lagi …
Belok kiri langsung, jual pulsa, Pondok Indah, PUKULOGOG..hueh?
Sambil ketawa ketiwi, langsung gue koreksi ..Pukul 0609…
Hehehe, ternyata gue salah baca, itu maksudnya tulisan dari pukul 06 sampe 09. Dan satu mobil pun ketawa cekikikan (termasuk pak supir yang berusaha menahan ketawanya)
3 Comments
11th Aug 2009
Bali Renon, Jumat (31/7). Dalam aksinya Forum Peduli Komodo menolak pemindahan Komodo dari habitatnya di Pulau Komodo ke Taman Safari Bali.
Para peserta aksi juga mendesak Menteri Kehutanan untuk mencabut SK No.384/Menhut-II/2009 tentang pemberian ijin penangkapan komodo dari habitat aslinya. Hal ini dinilai melemahkan posisi tawar komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Koordinator Aksi Roby Gamar menyatakan alasan pemindahan komodo dengan alasan pemurnian genetik dil uar habitat aslinya sangat mengaada-ada.
”Alasan pemindahan itu sangat tidak masuk akal, hanya karena alasan pemurnian genetik dia diambil dari habitat aslinya justru dengan diambil dari habitat aslinya mempercepat proses pemusnahan,” ujar Roby Gamar.
Roby menyebutkan pemindahan komodo dari habitat aslinya menunjukkan lemahnya tanggungjawab pemerintah dalam pelestarian komodo. Dimana pemerintah seharusnya melakukan rehabilitasi terhadap habitat komodo. (mlt)
sumber : http://www.beritabali.com
Pffff… ada apa sih dengan para pejabat negara ini? Semua hal cuma mau cari short cutnya aja, tanpa benar-benar diselesaikan dan cari jalan ke luar.
Gue sebener2nya pingiiinnnnn banget ke pulau Komodo untuk melihat langsung komodo2 itu. Apa daya, mahal banget euy. Gue udah cari2 info, biaya per orang sekitar 6-7 jutaan. Belon lagi susah banget buat nyari temen yang mau pergi bareng ke sana. Respon yang gue terima kira2 seperti ini : Gila! 6 juta cuma buat kadal raksasa, please deh Ri. Atau …Ga ah gue takut. Atau … mendingan ke luar negeri kali kalo kudu bayar segitu.
Well…memang akhirnya gue ga jadi ke Pulau itu liburan kemarin dan memilih liburan di negara tetangga.
Tapi ..sepingin2nya gue ngeliat spesies unik yang cuma hidup di salah satu pulau di timur Indonesia itu, gue ga rela kalo mereka harus dipindahkan ke Bali.
Bukankah sebaiknya akses ke Pulau Komodo dipermudah, bapak2 pejabat? Jadi kami2 yang ingin pergi ke sana tidak harus repot dan membayar mahal untuk menyaksikan salah satu keunikan dari tanah air ini *tssahhhh sok nasionalis ah gue* hehehe
Iya kan? Iya kan? *ayo tolak komodo dipindahkan ke Bali!!*
3 Comments
« Previous Entries