First day @ Penang
26th Jun 2009
Gue berlibur sama dua sobat gue ke Penang. Begitu sampe di airport, gue ma temen2 gue ngeliat tulisan ini

temen gue langsung berkomentar, “bukannya kalo udah mesra jadi ga profesional ya?” hihihi
Gue berlibur sama dua sobat gue ke Penang. Begitu sampe di airport, gue ma temen2 gue ngeliat tulisan ini

temen gue langsung berkomentar, “bukannya kalo udah mesra jadi ga profesional ya?” hihihi
Beberapa minggu yang lalu gue ke bogor naik kereta, untuk pertama kalinya *bangga* hehehe
It was really2 fun. Dan bener kata temen gue, banyak banget yang bisa dilihat dan diperhatikan di dalam kereta. Nyimak obrolan cowo cewe yg lagi pecongan, ngeliatin anak kecil yg ketawa2 bercanda sama saudaranya, bapak yg terkantuk2 di ujung gerbong dll dll …
Nah pas pulang dari bogor, gue dapet kereta yang berhenti di beberapa stasiun. Kereta waktu itu cukup ramai, maklum hari Minggu. Tahu2 dari kerumunan orang yg berdiri di antara bangku yang berhadap2an di sisi kanan dan kiri itu, seorang anak kecil dengan diikuti ibunya bergegas jalan ke arah pintu yang akan segera terbuka.
Pintu pun terbuka dan ibu dari si anak kecil itu segera memelorotkan (bener ga sih bahasanya he3) celana anak tersebut, anak kecil pun langsung pipis! srrrrrr…. Penumpang lain hanya maklum. Yah mau gimana lagi. Pintu kereta siap2 menutup lagi. Anak itu belum selesai melakukan kegiatannya …. pintu kereta mulai bergerak … dan srttt! Nyaris saja… tanpa sadar…penumpang2 yang berdiri di sekitar pintu menghembuskan napas yg tertahan berbarengan hhhhhh … *ikut deg2an memperhatikan “modal masa depan” anak terancam*
Kereta pun berjalan kembali. Anak kecil dan ibunya kembali ke dalam kerumunan orang2 yg berdiri di tengah. Kereta berhenti lagi di stasiun berikutnya. Ternyata dari kerumunan, anak itu muncul lagi. Melakukan adegan yang sama. Semua penumpang yang berdiri dekat pintu kembali melakukan respon yang sama ….”hhhhhh” *menghembuskan nafas lega*, si anak kecil berhasil menarik anunya dari posisi pintu tepat sebelum pintu menutup.
Yang konyolnya, kejadian itu berulang lagi, untuk ketiga kalinya. Dan respon penumpang2 pun masih sama, berbarengan mengeluarkan desahan hhhhhhh ….*lega*.
Gue ma temen gue memperhatikan stiker yang terpasang di depan pintu. Kalo sampe kejepit beneran, bisa2 gambarnya diganti kali ya, bukan gambar tangan hihihi

Sepertinya cerita facebook emang ga ada habisnya.
Belum lama ini gue ngobrol ma 2 of my best buddies yang misuh2 cerita soal ibunya yg keranjingan facebook. Tapi masalahnya untuk orang2 dengan usia di antara 50-60 dan yg sehari2nya tidak berurusan dengan komputer/internet (aka para ibu rumah tangga), maka pemakaian komputer bisa jadi keribetan sendiri.
Temen gue si inang cerita bahwa hampir tiap hari sang ibu minta “diarahkan” untuk kesekian kalinya bagaimana menggunakan facebook. Teman gue pun dengan segala cara berusaha ngeles dengan alasan sibuk ini itu menghindar dari permintaan sang ibu (menurut dia soalnya sudah diajarin berulang kali ga mudeng2 juga)
Anyway, temen gue, si inang ini, ga pernah log out dari facebook di komputernya. Nah, pada suatu hari, saat teman gue ini sedang pergi, sang ibu pun bermaksud bermain facebook dengan menggunakan komputer si inang. Karena sang ibu kurang mengerti maka tanpa dia sadari sebenarnya dia bermain di facebook anaknya. Dan asiklah si ibu mengirim-ngirimkan pesan ke beberapa orang juga meng-add beberapa orang dengan menggunakan akun si inang.
Sampai akhirnya pas si inang lagi fesbuk-an, dia agak bingung, kenapa ada beberapa orang yg approve requestnya. Padahal si inang merasa tidak pernah meng-add orang-orang tersebut. Tapi terus dia berpikir ah, “gue aja kali yang lupa”. Sampai kemudian dia membaca pesan2 di inbox dan di sent messages, yang isinya adalah hasil ketikan sang ibu ke teman2 sang ibu. Isi beberapa message itu sih sama, apa kabar dan kemudian meng-add teman-temannya.
Alhasil sibuk lah si inang menulis pesan ke teman-teman sang ibu menjelaskan ada kesalahan bla bla bla ……
Cerita si bocah gemblung beda lagi. Sang ibu bolak balik minta dicek fesbuknya karena katanya temannya habis mengirimkan foto. Si bocah gemblung pun membantu si ibu, tapi berkali-kali di cek, foto yang dimaksud ga ada. Si ibu ngotot sudah dikirim oleh jeung A. Teman gue menyerah dan minta kepada si ibu untuk cek lagi ke tante A apakah benar sudah dikirim. Tante A menjawab sudah. Ternyata ..setelah hasil ngotot2an antara ibu dan anak, ketemu lah jawabannya.
Ternyata si tante A baru mentransfer foto yg ada di kamera ke komputernya. Dan persepsi mereka itu namanya sudah di aplot, dan bisa langsung di-share antara mereka ….Temen gue senewen. Ampuuunn.
Belum lagi pas bocah gemblung cerita bahwa ada teman ibunya yang sampe nelpon ke Amerika (karena anaknya sekolah di sana) hanya untuk menanyakan tentang facebook. Pusing kan loe?!
Ada yg punya pengalaman serupa? Atau jangan-jangan lebih parah … ![]()
Tadinya gue GA SUKA sama yang namanya reuni. Tapi gue sendiri ga tau apa sih sebenernya yang bikin gue ga suka. Karena pada dasarnya gue suka keriaan, dalam bentuk apapun. Nonton segala konser, ikut workshop/seminar/kursus ini dan itu dll.
Akhirnya gue pikir2… dan gue ketemu jawabannya!! Gue suka ngerasa reuni itu dijadikan ajang beberapa orang untuk “pamer” kesuksesannya. Dengan mimik muka jumawa yang berusaha disembunyikan, menyodorkan kartu namanya yang sudah menjadi direktur ini atau manager itu.
Dulu gue suka “terganggu” dengan orang2 seperti itu, tapi pas dipikir2 lagi, biar lah ….toh orang2 kaya gitu yg bikin dunia ini juga jadi lebih berwarna. Orang2 kaya gitu yang bikin gue harus selalu ingat dan kembali berkaca, kalo gue suatu waktu sukses abees jangan jadi seperti dia yaaa.
Dan toh, lagi2..gue percaya dengan hukum tarik menarik dalam pertemanan. Akhirnya orang2 seperti itu biasanya cuma selintas aja lewat di dalam hidup gue. Yang akan nempel terus yah emang yg berada dalam “frekwensi” yang sama dengan gue. Iya toh?
Dan toh ..ga ada salahnya dalam ini hidup ini kita menjaga tali silaturahmi.
Dan toh ..siapa juga yg tau bahwa suatu hari nanti seseorang yg loe sebelin abis2an akhirnya menjadi bagian dalam kehidupan loe?
Dan akhirnya …gue selalu berusaha nongol di acara reuni, apapun itu. Kalo ternyata suasananya ga ngenakin, tinggal belaga sibuk sms terus tinggal bilang, “aduh sori gue ada acara lain nih”. Gampang kan? ![]()
Saat malam kumerindukan pagi, saat pagi kucari malamku, sembunyi di antara dua waktu …
mellow mode- nya lagi on hihihi
Keabisan gaya melulu … is proudly powered by
WordPress.
Inspired by "Waiting for the World to Fall" by Jars of Clay. Theme concept and design by
Tina.